Showing posts with label Lain lain. Show all posts
Showing posts with label Lain lain. Show all posts

Paragraf deduktif

Paragraf dengan kalimat utama di awal, kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Contoh :

Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku.

Paragraf induktif:

Kalimat utama terletak di akhir paragraf setelah kalimat-kalimat penjelas.

Contoh :

Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional


Paragraf Deduktif-Induktif

Kalimat Utamanya terdapat pada awal paragraph, dan ai akhir juga ada loh….

Contoh :

Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN.
Selengkapnya...

Hmmm request dari salah satu temen gw nih nama nya mayang dan dya minta gw kasih solusi tentang gimana sihh caranya supaya dewasa dalam menghadapi sebuah masalah yg lagi kita hadapi :argh:.. sebelumnya gw pengen ngasih definisi dulu nihh arti dari kata dewasa menurut gw adalah suatu masa transisi dari masa remaja menginjak sebuah kehidupan dimana pola pikir kita menjadi suatu hal yg sangat penting..(ajibbbb):sombong: sebenarnya gampang sihh asal pas ada masalah ga langsung nangis aja.. hehehe.. emang yg nama nya masalah pasti dateng kapan aja mw disengaja atau ga,, tapi pepatah mengatakan "setiap masalah pasti ada jalan keluarnya tergantung dari sikap kita menyikapi nya" (sadissssss) :puppyeyes::puppyeyes:.. hehehehe..
udah ahh daripada gw ditimpuk mentimun sama mayang gara" ngebacot mulu mending langsung aja ya..



gw keinget sama kata-kata nya bapak Mario Teguh seorang motivator yg sering muncul di salah satu stasiun tv swasta dan beliau mengatakan "apapun masalah yang sedang Anda hadapi, Anda selalu dihadapkan kepada dua pilihan sikap; untuk menjadi kuat atau menjadi lemah. Apakah Anda memilih untuk menjadi kuat, atau menjadi lemah; tidak akan mengurangi intensitas dari masalah itu. Tetapi bersikap kuat dalam menghadapi sebuah masalah, akan memperbesar kesempatan Anda untuk keluar dari masalah itu dengan cemerlang.
Sebuah masalah tampil sangat lemah saat dia baru muncul. Maka siasati-lah kelemahan dari masalah itu dengan memusatkan perhatian Anda pada yang di sini dan yang sekarang. Dan untuk mengalami sebuah masalah dan keluar sebagai pemenang, Anda harus lebih kuat dari masalah itu."
nah dari situ bisa diambil kesimpulan bahwa cara yg terbaik dalam menyikapi masalah adalah bersikap dewasa dan kuat dalam menghadapi masalah karena orang yg kuat dalam menghadapi masalah mereka tidak gampang untuk putus asa dan selalu mencari jalan keluar dari masalah yg sedang di hadapi (jiaaaaa berat bed bahasa gw):hilo: :hilo: jadi intinya jangan lari dalam menghadapi masalah..selesaikan lah dengan kepala dingin jangan pake emosi..karena kalo pake emosi ga bakal kelar.. setuju !!!!!! :sobrakana::sobrakana:
Selengkapnya...

10 Mitos tentang Rokok

Posted by Here I am | 00:49 | | 0 comments »

Merokok merupakan masalah klasik yang sudah lama menghiasi kehidupan manusia. Meski rata-rata perokok sudah mengetahui bahwa rokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kanker dan lain-lain, seperti yang tertulis pada setiap akhir iklan rokok (walaupun hanya sesaat), namun kenyataannya orang masih saja merokok. Ironisnya, akibat yang ditimbulkan bukan hanya bagi mereka yang menghisapnya, perokok pasif juga harus menanggung beban ini. Ada banyak alasan yang digunakan perokok ketika disarankan untuk berhenti.

Dan alasan-alasan tersebut kini menjadi mitos yang harus dipatahkan! Nah, berikut adalah mitos-mitos seputar rokok:


Mitos 1: Dengan merokok saya terlihat macho/sexy
Tepatnya… pabrik rokok mengharapkan anda berpikir seperti itu. Mungkin awalnya memang iya, tapi tunggu saja… Merokok dapat menimbulkan kulit keriput dan gigi kuning. Merokok juga berkontribusi pada osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kalau sudah begitu, tubuh tidak lagi tegap. Dan yang lebih penting, merokok dapat menyebabkan impotensi. Apa itu yang namanya macho/sexy?

Mitos 2: Berhenti merokok bisa membuat saya gemuk
Bertambanya berat badan banyak dialami orang yang mencoba berhenti merokok. Hal ini terjadi karena kebiasaan menghisap rokok kini berganti dengan makan. Namun dengan merencanakan diit gizi yang sehat dan meningkatkan aktivitas akan membantu kita memecahkan masalah ini. Bahkan, dengan olahraga, tidak hanya masalah berat badan saja yang dapat diatasi, namun stamina dan kapasitas paru yang hilang ketika merokok juga dapat dikembalikan.

Mitos 3: Saya akan berhenti ketika saya hamil
Mungkin akan lebih sulit untuk hamil bila anda merokok karena merokok adalah penyebab mayor dari infertilitas. Wanita yang merokok memiliki resiko keguguran dan komplikasi selama kehamilan yang meningkat.

Mitos 4: Merokok tidak melukai orang lain selain diri sendiri
Salah! Bila merokok di sekitar orang lain, anda telah menyakit mereka terutama yang memiliki asma, penyakit jantung, alergi atau anak-anak. Perokok pasif juga mempunyai resiko yang meningkat seperti pada perokok aktif.

Mitos 5: Saya masih muda, saya akan berhenti merokok beberapa tahun lagi
Hampir semua perokok aktif mulai merokok ketika masih muda. Dan kebanyakan dari mereka berharap dapat berhenti beberapa tahun kemudian. Namun kebanyakan masih merokok setelah lima tahun ke depan.

Mitos 6: Hanya satu rokok sehari kok
Merokok tidaklah aman sekalipun hanya 1 rokok dalam sehari. Setiap rokok mengandung sekitar 1 sampai 2 miligram nikotin yang dapat mencapai otak setelah 10 detik dihirup. Segera setelah tiupan pertama adrenalin akan sibuk meningkatkan tekanan darah, denyut jantung dan nafas anda.

Mitos 7: Rokok saya “light”, jadi ya ga masalah
Munurut Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat, rokok “light” memiliki kandungan yang sama dengan rokok pada umumnya, termasuk lead, ammonia, benzene, DDT, gas butane, carbon monoxide, arsenic dan polonium 210.

Mitos 8: Kanker Payudara adalah kanker pembunuh nomor 1 pada wanita
Tet tot! Yang benar adalah kanker paru. Meningkatnya angka kematian akibat kanker paru berhubungan langsung dengan meningkatnya rate dari merokok. Merokok juga merupakan resiko mayor pada penyakit jantung, si pembunuh nomor satu.

Mitos 9: Merokok dapat memperbaiki mood
Beberapa orang percaya rokok dapat menambah semangat, namun itu dapat menurunkan moodmu. Jika anda sedang down atau depresi, rokok dapat menempatkan anda pada resiko yang lebih tinggi untuk depresi, hiperaktivitas, dan attention deficit disorder. Seperti pada penelitian terbaru disebutkan, remaja yang merokok memiliki resiko 4 kali yang lebih besar untuk mengalami depresi dari remaja yang tidak merokok.

Mitos 10: Mengunyah tembakau adalah aman karena tidak melalui inhalasi
Bukan hanya kanker paru yang dapat membunuh. Mereka yang mengunyah tembakau memiliki resiko untuk kanker pada rongga mulut, yang dapat mengenai lidah, bibir dan gusi. Seperti pada merokok, lebih cepat berhenti lebih besar kesempatan anda untuk meloloskan diri dari penyakit-penyakit tersebut.
Selengkapnya...